Introduction to KTI-Karya Tulis Ilmiah

24 Desember 2012 § 1 Komentar

KTI atau Karya Tulis Ilmiah adalah suatu karya tulis yang disusun secara sistematis sesuai dengan kaidah bahasa yang baik dan benar serta memenuhi kriteria ilmu sains, dengan tujuan menambah pengetahuan bagi pembaca maupun pembuat KTI. Terminologi lain yang familiar dengan KTI yaitu TA (tugas akhir) dan skripsi. KTI sendiri dibuat bisa untuk diikut sertakan dalam lomba KTI, penelitian mandiri atau di suatu fakultas kedokteran terkenal di Jakarta, digunakan sebagai syarat memperoleh gelar SARJANA KEDOKTERAN (maap capslock soalnya semua KTI kampus gw depannya pasti ada tulisan itu). Oke, sekian definisi sok seriusnya :P

Definisi lain mengenai KTI menurut mahasiswa, KTI adalah tugas super menyusahkan, menyebalkan dan menghabiskan waktu yang mau tidak mau terpaksa dikerjakan, baik secara pelan-pelan maupun ngebut, untuk meraih gelar sarjana, dimana kerjasama antara pembimbing dan mahasiswa merupakan faktor penting dalam kecepatan selesainya KTI. KTI di kampus gw bisa berupa penelitian, studi pustaka dan studi kasus. Penelitian ya penelitian, mau dijelasin kayak apa lagi? Penelitian ini kadang bisa sesuai minat mahasiswa atau ngikuti kemauan dosen atau malah nebeng penelitian dosen sekalian :D. Studi pustaka berarti meringkas topik-topik dari berbagai jurnal yang ada, biasanya sesuai kemauan mahasiswa pembuat walau bisa juga maunya dosen kayak apa. Studi kasus adalah tinjauan mengenai suatu kasus/penyakit disertai dengan tinjauan pustaka, khusus studi kasus biasanya dosen pembimbing adalah dokter klinik dan mahasiswanya entah nurut dosen mau ikut studi kasus apa yang lagi ditanganin dosennya atau milih kasus yang biasanya masih di dalam spesialisasi sang dosen pembimbing. Karena KTI gw penelitian, jadi gw ga tau yang studi pustaka dan studi kasus itu kayak apa aja prosesnya, jadi mohon maklum klo ada yang salah :).

Mengapa dibilang KTI adalah tugas super menyusahkan, menyebalkan dan menghabiskan waktu? Tentu pertama datang dari faktor niat, apakah sang mahasiswa ikhlas ngerjain atau tidak. Gw yang ikhlas ngerjain aja masih suka sebel dengan KTI kok,lantaran mendesain suatu KTI yang penelitian itu susah bukan main dan sudah ribuan kali gw jatuh dalam kondisi depresi yang berakibat pada nilai gw mulai dari blok Jiwa tidak bisa melebihi huruf C. Dan yup, karena gw orangnya ga pintar-pintar amat (alias bego), butuh waktu lama untuk merancang penelitian yang gw mau, tujuan dan hasil apa yang gw mau dari penelitian gw sendiri. Ditambah dengan kritisnya dosen pembimbing gw dan faktor keteteran dengan kuliah dan ujian blablabla, gw membutuhkan waktu sekitar 1 tahun untuk persiapan proposal penelitian gw. Kehidupan mahasiswa kedokteran, selain KTI kan masih ada kuliah, PBL, SL, ujian, praktikum, tugas, SOCA, OSCE, makan dan tidur!!

Penyusunan KTI sendiri walaupun hasil kerja keras dan tangis darah mahasiswa, banyak ditentukan oleh faktor pembimbing dan penguji. Dari cerita teman-teman misalnya, ada yang saat konsul banyak dikasih revisi, tapi saat seminar atau sidang revisi sedikit atau malah ga ada revisi sama sekali. Ada yang konsul ga dikasih revisi banyak, pas seminar atau sidang revisinya seabrek. Ada yang fifty-fifty atau ada yang apes, pas konsul revisi banyak (dan membingungkan), giliran sidang atau seminar sama aja tu revisi banyak dan membingungkan. Revisi sendiri ada yang bisa kontradiksi antara penguji dan pembimbing (ajaib lho). Ada yang tiap konsul, revisinya malah bolak-balik misalnya yang pertama dibilang bener, sekarang dibilang salah. Dan sebagainya. Fenomena ajaib ini gw rasa ga cuma terjadi di fakultas kedokteran universitas gw aja tapi gw yakin pasti terjadi di fakultas lain universitas lain.

KTI merupakan bagian dari KBK, tepatnya dilaksanakan mulai tahun 2006, angkatan pertama KBK. Di suatu fakultas kedokteran universitas Far Far Away *u kata Shrek apa??* angkatan gw, angkatan 2009 mendekati akhir blok respirasi kedatangan Wadek I (yang sekarang sudah menjadi Dekan) yang turun dari langit *halah* kemudian memberikan pengarahan mengenai Karya Tulis Ilmiah ini sertaaaaaa mengumumkan mulai angkatan gw, KTI akan dikerjakan sendiri-sendiri. Kalo dulu KTI dikerjainnya berdua atau bertiga, biasanya yang bertiga itu udah pasti penelitian. Sekarang, KTI sendiri. Keuntungannya menurut (wakil) Dekan adalah topik besar KTI bisa disusun barengan sama temen yang kita mau. Klo dulu, pasangan yang berdua-bertiga bikin KTI itu kan ditentuin dari langit, eh dari fakultas, bisa jadi dapet temen yang kita ga suka atau ga kooperatif. Contoh, gw ma temen gw mau neliti soal daun sirsak. Gw neliti efek daun sirsak ke sel kanker paru, temen gw neliti efek daun sirsak ke sel kanker payudara. Get it? Untuk penulisan KTInya tentu terpisah karena satu ngebahas kanker paru, satunya kanker payudara, tapi penelitian bisa dilakukan berbarengan. Yeah, I know it,doc! Anda mau fakultas kita seperti fakultas lain yang KTInya sendiri-sendiri kan?

Somehow, mahasiswa yang rada keras kepala dan penyendiri kayak gw ini, KTI sendiri itu membawa sedikit disaster, dimana bisa gw sendiri yang menanggung semua biaya penelitian (secara gw ga mau maksa orang buat ikut penelitian gw dong) tapi bisa juga berarti gw ga perlu lam-lama bersitegang ama partner yang kali aja ga setuju dengan ide penelitian gw, ini penelitian adalah murni minat dan kesukaan gw. Resiko lain : stres stres sendiri, bokek bokek sendiri, susah susah sendiri, gila pun sendiriii… *nyanyi* #foreveralone

Eh, iya, mengenai dosen pembimbing nih, jadi KTI itu bisa ditentukan sesuai kemauan dan spesialisasinya dosen atau dosen berbaik hati ngebebasin kita ngambil topik apa. Soal jenis KTI, ada dosen yang ngebebasin mau mahasiswanya penelitian, studi pustaka atau studi kasus. Ada yang ngewajibin penelitian, tok! Atau ada yang berbaik hati studi pustaka ajalah biar cepat lulus. Ngomongin penguji juga, biasanya dosen pembimbing yang nentuin siapa dosen penguji tapi ada juga yang ngebebasin penguji siapa. Ada dosen yang gampang dicari, ada yang susah dicari-butuh perjuangan tersendiri yang pantas untuk dibukukan. Bergantung pada topik, baik dosen ataupun mahasiswa bisa mengajukan pembimbing pendamping, sesuai kemauan mahasiswa atau dosen. Karena gw ga punya dosen pembimbing jadi ga bisa cerita banyak walaupun gw agak bingung gitu berarti revisinya mesti bolak-balik kayak gimana dong? Klo pembimbing utama dan pembimbing pendamping kemauannya ga sama gimana dong?

Balik ke struktur KTI. Jadi di FK universitas Far Far Away (dari rumah tentunya, bukan dari kos), KTI terbagi atas proposal KTI dan KTI sendiri. Jadi gini, KTI aka skripsi itu pasti punya bab 1 pendahuluan, bab 2 tinjauan pustaka, bab 3 kerangka konsep, bab 4 metodologi penelitian, bab 5 hasil dan pembahasan serta bab 6 kesimpulan dan saran. Ini struktur untuk KTI penelitian, buat studi pustaka dan studi kasus, bab 1,2,5,6 sama dengan penelitian tapi gw agak ga terlalu paham untuk bab 3 dan bab 4, sori ga bisa jelasin. Proposal KTI ya isinya dari bab 1-4, ketika sudah seminar proposal (nama lain : sidang seminar karya tulis ilmiah, sidang proposal) dan revisi, maka namanya berubah menjadi KTI. KTI isinya adalah semuanya! Di kampus gw, waktu untuk proposal adalah 1 tahun, dan KTI 1 tahun, dimulai dari semester 4 dan ada deadline masing-masing lho. Misalnya deadline proposal februari, yang ga seminar proposal sampe februari, kudu ganti judul/topik. Khusus KTI, deadline februari juga nih misalnya, ga sidang ampe bulan segitu, ikut yudisium kedua alias tunda koas 1 siklus.

FK kampus gw tentuuu memberikan pedoman penyusunan KTI yang cukup lengkap, minimal mengenai step-stepnya tapi kadang ada beberapa bagian yang menimbulkan denial baik dari mahasiswa maupun dari dosen. Ada banyak persyaratan yang perlu dipenuhi untuk proposal misalnya ada daftar tatap muka, daftar nonton seminar *layar tantjap*, lembar usulan seminar KTI, lembar kesediaan menguji seminar dan lembar-lembar lain. Trus pas seminar mahasiswa menyediakan snack dan minum untuk pembimbing dan penguji walaupun dari fakultas tidak mengharuskan. Sebaliknya waktu sidang, fakultas menyediakan konsumsi untuk pembimbing dan penguji (bahasa lainnya : bisa juga mahasiswa yang beliin dulu trus duitnya diganti ama kampus). Sidang KTI juga kudu bayar 200rb (buat apa ya duitnya? *curious*). Tanggal seminar dan sidang itu dirundingkan antara mahasiswa, pembimbing dan penguji kemudian diajukan ke PSSK (administrasi dan tata usaha gitu) untuk dicarikan tempat, diapprove ketua PSSK (ini kurang kedengeran di bagian seminar, tapi andil besar dalam sidang, nanti gw ceritain) dan dipasang di papan pengumuman siapa aja yang seminar atau sidang, hari apa, jam berapa, topik apa, tempat dan siapa pengujinya.

Bila sudah selesai seminar dan revisi, maka proposal sudah bisa disebut KTI dan proses penyusunan KTI dimulai. Kemudian blablabla proses yang hampir sama dengan penyusunan proposal, kemudian sidang, kalo lulus, revisi baru cetak hardcover KTI atau nama lainnya , buku ijo karena maunya fakultas ya warna ijo gelap (dan agak kurang toleran terhadap warna lain). Setelah jadi buku ijo, maka berakhirlah KTI di fakultas kedokteran universitas Far Far Away.

Kenapa kali ini gw memilih untuk menulis mengenai KTI, ya tidak lebih dan tidak kurang akhir gw juga sudah berhasil menyelesaikan salah satu tugas besar dengan cukup gilang-gemilang dan tak ayal membuat gw bangga, hoho. KTI yang membuat gw bersumpah bwt ga ngeblog selama belom selesai, akhirnya selesai juga.

Cerita menyusul :D

Tagged: , , , , , , , ,

§ One Response to Introduction to KTI-Karya Tulis Ilmiah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Apa ini?

Saat ini Anda membaca Introduction to KTI-Karya Tulis Ilmiah pada Journey of Lovianette Sherry.

meta

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.172 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: