mimpi sesungguhnya

mengapa saya menulis begini?karena beberapa saat sebelumnya,otak saya dipenuhi oleh hal-hal yang tidak terlihat relasinya : mimpi, tianshi, TW dan kemudian kembali ke alam keinginan saya.
kemudian ada satu potongan samar ingatan saya mengenai lagu favorit sewaktu anak-anak “susan, susan, susan. kalo gede mau jadi apa?” saya lupa lirik depannya tapi yang jelas diakhiri dengan “…biar jadi dokter” yeah,memang cita-cita saya dari kecil mau jadi dokter,entah gara-gara lagu tadi atau karena sewaktu kecil saya sering sakit-sakitan dan trus-trusan ketemu dokter yang keren(mendesah…)

ahaha,mungkin adalah hal yang aneh bila saya mempunyai cita-cita menjadi dokter sedemikian kuatnya dari kecil hanya dengan alasan keren. perlu diketahui bahwa kekerenan dokter dilihat dari kacamata seorang anak kecil bodoh seperti saya terletak pada……STETOSKOPNYA!!!yah,waktu saya ke dokter bersama mama karena demam terus,saya selalu merasakan stetoskop yang dhuingiin menyentuh kulit saya dan seketika saya berpikir dengan lugunya “alat ini bikin sembuh,dokternya jadi nempelin alatnya” jadi sebenarnya menurut saya yang menyembuhkan itu bukan dokternya tapi STETOSKOPNYA,makanya saya dulu suka pegangin membran stetoskop kalo lagi digeletakin karena dikira bisa nyembuhin

hubungannya dengan judul?hehe,sejak saat saya punya keyakinan akan “khasiat dari stetoskop” inilah dan kekaguman melihat dokter yang bisa nyembuhin banyak orang dengan alat suntik dan menyentuh,saya bercita-cita menjadi dokter,yang sekarang sudah setengah jalan menuju kenyataan,bahkan kata mama saya,dari kecil cita-cita saya cuma dan hanya jadi dokter. sebenernya sih saya sempet menjadikan ilmuwan sebagai pilihan kedua dan waktu SMA,saya sempat murtad ingin jadi ilmuwan fisika,tapi yah toh sekarang tetap enjoy menjalani apa yang dulunya saya impikan.

imajinasi saya sewaktu masih masa bangsat-bangsatnya (kalo orang bilang anak kecil itu masa lucu-lucunya,sebaliknya gw bilang itu adalah masa bangsat-bangsatnya saya) paling hanya mampu melihat saya memakai baju serba putih seperti dokter kecil,atau jas dokter dengan stetoskop dan jarum suntik TANPA PASIEN:D bahkan sampe saya responsi Skills Lab PF umum pun,saat saya meletakkan stetoskop di kulit teman saya dan mendengarkan bunyi napasnya,pikiran saya pun berkata “oh iya ya,dulu pas gue masih kecil,gw ngira yang nyembuhin itu stetoskop bukan dokternya” uff,itulah mimpi seorang anak kecil.


bagaimana setelah saya tumbuh besar dan berusaha mematangkan pikiran yang masih mentah ini?dengan saya menginjakkan kaki di FK,berarti tinggal setengah jalan lagi cita-cita menjadi kenyataan.lantas apakah saya tak punya lagi mimpi? TIDAK!!saya punya banyak sekali mimpi!!

ngomong soal mimpi,mari kita refresh mengenai kedatangan teman saya sewaktu libur natal dan tahun baru dan menawari tianshi. pertanyaan pertamanya “yan,lo punya mimpi ga?dari pilihan ini,yang mana mimpi lo?” dan menyodorkan di depan hidung saya, pilihan yang sudah dinomori. well,saya ingin sekali jawab “jadi dokter” seperti kebiasaan saya dulu,namun karena ga ada,jadi saya pilihlah “ingin punya uang banyak” dan syaa langsung dibilang “wew,yanty mata duitan juga nih”. haha,orang siyalan,gw pilih itu karena satu-satunya di dalam kepala gw,gw ingin sekolah sampe spesialis,klo bisa ampe profesor dan itu tentunya butuh duit kan?matre dimananya?:(

well,dengan pathway yang jelas menuju gelar dokter umum,maka pikiran saya pergi lagi kemana-mana,bermimpi mengenai spesialisasi apa yang akan saya ambil setelah GP(general practitioner). pilihan pertama jatuh pada bedah toraks dan kardiovaskuler,kedua pada anestesi,ketiga internist,walau Christy bilang gw punya bakat mengikuti jejak dr. William Jusuf,moderator Kaskus sebagai radiologi ataupun spesialisasi emergency medicine lantaran saya dulunya ikut PMR dan taun ini ikut pelatihan Medical First Responder di kampus.sungguh membingungkan,namun saya tetap optimis saya nantinya bisa menentukan pilihan,setelah koas:)

alternatif kedua di bidang non klinis,saya menyiapkan Plan B yaitu melanjutkan pendidikan biomedis,alias bakal jadi dokter penelitian dan saya berencana untuk mengikuti jejak Yow Pin Lim, MD, Ph. D mengenai risetnya tentang protein theraupetics against sepsis,seperti yang diutarakan dalam lecturenya-yang-tidak-saya-ikuti-sewaktu-2008-Asian-Science-Camp…tentu saja,di bidang non klinis ini,saya ingin seperti para ilmuwan yang mengajar saya di 2008 ASC,yang menghasilkan banyak penelitian yang bisa membuat negara ini maju(kalau mau) dan Nobel laureates,dan satu lagi,saya juga tidak ingin kalah pintar dengan seorang peraih medali perak APhO 2004,yang sekarang sedang riset dan studi untuk PhD.mungkin alasan terakhir ini aneh,namun bagi saya,orang ini sudah memotivasi dan membesarkan hati saya untuk terus berjuang,karena itu,saya ingin sekali seperti dia,pintar dan baik hati:)

yang kita lihat diatas,selama saya dalam preklinik,presentase terjadinya salah satu diatas bisa 0 persn ataupun 100%,ga pake fifty-fifty,namun inilah mimpi yang baru,harapan baru yang terus tumbuh dalam lubuk hati…mimpi-mimpi inilah yang memberikan kekuatan hidup positif pada saya,selalu memotivasi untuk terus maju mengejarnya…setidaknya,saya tidak mengejar mimpi-mimpi semua seperti BMW dan Mercy.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s