Malaikat Blok Infeksi FKUAJ 2009

Kasak-kusuk dari kakak kelas angkatan 2008 keatas yang mengatakan bahwa Infeksi adalah blok yang paling menguras energi kehidupan, paling susah, paling banyak materi yang dipelajari, paling…wateper lah terbukti sudah! 14 September hingga 15 Oktober menjadi periode yang paling membekas di dalam benak hati dan sanubari jiwa *caelah* angkatan 2009 karena tak lain dan tak bukan, pada masa itulah mereka mengalami sendiri keganasan blok Infeksi, yang emang benar-benar ganas.

Lihat saja hari pertama blok, tidak tanggung-tanggung, langsung disodori 3 jam kuliah Mikrobiologi dari dr. Agus Sugiharto, MS, Sp.MK yang ngefans sama pendekar Naga Sakti tentang dasar terjadinya infeksi, atnrimikroba, Clostridium, Chlamydia dan Ricketssia (cuma kelar ampe Clostridium doang), pendahuluan parasitologi dan antimikroba. Dan sejak saat itulah, angkatan 2009 selalu dijadwalkan pulang sore dengan muka kusut dan lecek, seakan hidup sudah tercerabut dari diri mereka *lebe*.

Ditengah gepuran materi-materi bakteri, protozoa, cacing, farmakologi, jamur dan serangga, rupanya sudah diramalkan sejak dahulu kala bahwa pelipur lara para mahasiswa dari angkatan ke angkatan, seorang dosen dan dokter yang baik, ramah dan menenangkan hati para mahasiswa yang menangis ketakutan mengkhawatirkan nilai blok infeksi, berusaha menjadi survivor blok Infeksi. Dosen yang kerap diagungkan sebagai Malaikat Blok Infeksi dari Departemen Parasitologi bernama dr. Freggy Spicano Joprang, M. Biomed. Beliaulah ketua blok Infeksi yang selalu baik hati dan menentramkan kegelisahan mereka-mereka yang khawatir dengan nilai tes😀 Kuliahnya pun selalu menyirami kalbu hati para mahasiswa yang gersang dan kering akibat banyaknya diktat yang harus mereka baca. Tak ayal, beberapa mahasiswi yang terpesona menjuluki mereka terkena FSJ syndrome, tak kuasa mengalihkan pandangan dari dosen yang sedang mengajar, nanya soal praktikum parasit yang ujung-ujungnya curhat juga😀.

Pribadi, aku pertama kali bertemu dr. Freggy waktu semester 1 saat SL antropometri dan waktu responsi sialnya aku lupa banyak poin walau aku ga ngeh dia mencoba meyakinkan ada yang kelewatan atau nggak. Tapi beliau amat sangat baik (padahal aku ga tau nilai responsiku lho) karena ngasih feedback buatku, apalagi klo buru-buru, aku jadi gugup dan cepet. Aku lupa kapan ketemu di SL mana lagi sebelum masuk blok Infeksi ini. Berdasarkan legenda yang diwariskan turun-temuran dari angkatan terdahulu, mahasiswa yang masuk blok Infeksi akan ditenangkan oleh kata-kata dari kakak kelas “tenang, ada dr. Freggy kok.” Ooh, berkat beliau lah,banyak orang yang melewati blok infeksi dengan sukarela hanya untuk ditentramkan oleh suara dan penampilan dokteeer *lebay mode on*.

Gabriela Christy dan Gabriela Sabrina adalah salah dua dari puluhan mahasiswi yang terbius oleh pesona dr. Freggy. Sampe kuliah entomologi beberapa hari sebelumnya, gw dititahkan Christy  “Yan, lu hari selasa tag 3 kursi yang di depan itu noh, buat gw, elu ma Gaby ya.” Gw keheranan, “Nape?” melirik ke jadwal hari selasa, “ooh, kuliahnya dr. Freggy yah?” Christy mengeluarkan suara penuh kerinduan “iyaaaaa.” Yah, nada suaranya ga beda-beda jauh gitu kalo dia lagi mengagumi dr. Riki Tenggara, Sp.PD, dr. Dharmady Agus, Sp.KJ, dr. William Jusuf,Sp.Rad dan dokter lainnya. Dan menurut cerita Christy, dr. Freggy selalu nyengir kalo memandang Christy dan Gaby. Kemudian, yang bikin sedikit iri wow wow wow adalah Christy dan Gaby sempat privat soal praktikum sama dr. Freggy. Kemudian, Christy menularkan sedikit ilmu yang udah diajarin dr. Freggy ke gw dalam waktu 2 jam sehingga gw pun bisa mendapat A dalam mid praktikum. Panjang umur dr. Freggy!! wan sue wan sue wan wan sue!!

Walau gw ga sampe segitunya, harus gw akui bahwa dr. Freggy memang sangat baik, bahkan sebagai ketua blok pun dalam kuliah terakhirnya dan penuh senyuman memberikan hint yang banyak soal ujian serta dengan sabar mendengar keluh kesah mahasiswa. Ketika mau SL pemeriksaan tinja basah dan kerokan kulit, Christy kemudian mengutarakan “Mau dong SL tutornya dr. Freggy.” Ternyata oh ternyata, malah kelompok PBL gw yang dapet. dr. Freggy ngejelasin soal pemeriksaan itu juga ga ribet-ribet amat, hehe so jadi nothing to worry about. waktu masuk blok Metpen pun, gw lagi jalan ke arah ruang SL 13 sewaktu Christy menghadang gw di tengah jalan, berhadap-hadapan *suasana horor* menantap gw lurus-lurus dan membuat gw berpikir bodoh kalo gw lagi salah jalan ke ruang SL. Kemudian dia bertanya dengan nada yang sulit dijelaskan “ Lu PBL berapa?” “13” jawab gw. Kemudian dia menunjuk gw seakan gw adalah penjahat *suasana makin tegang, sodara-sodara* dan berkata dengan nada sendu “ aaaaa, tutor lu dr. Freggyyyyyyyy.” Pikir gw, wow dr. Freggy lagi jadi tutor gw. Buat gw sih ya biasa-biasa aja, toh gw tidak mengidap sindrom FSJ. Tapi buat Chrisy yang merindukan kehangatan yang membangkitkan semangat, hal ini adalah….. ga tau deh, hehehe. Gapapa toh bagi mahasiswa untuk diajari oleh dosen yang dia suka?😀

Tak dinyana, gw yang mid blok dapet E pun bisa selamat dari guillotine Tidak Lulus blok Infeksi, semua berkat wejangan dr. Freggy yang bilang “kalian praktikum belajar yang bener, biasanya nilai praktikum nih yang katrol.” Ya bukannya dengan beliau ngomong begitu, gw cuma fokus ke praktikum doang tapi karena praktikum gw lebih baik dan prepare, sehingga mid praktikum gw bagus. Belajar dari kesalahan, gw kemudian mencoba belajar dari diktat (walau ujung-ujungnya kagak selese lagi) tapi gw lebih mantap ngerjain soal end blok. Soal end praktikum, I think I did it quite well, mungkin ga sebagus mid sebelomnya karena gw benci serangga dan mungkin terbalik membedakan beberapa mikosis profunda. Bahkan, saat kuliah dr. Freggy, gw masih puyeng soal membedakan jumlah bulu kaki Ctenocephalides felis dan Ctenocephalides canis. Begitu gw liat mikroskopnya, cuy, beghh, bener ya itu melon dibelah 2 deh tu makhluk. Gw bingung manaaa coba yang mesti dihitung bulu kakinya. Untungnya preparatnya cuma ada Ctenocephalides felis😀 Tapi kelompok pinjal alias Siphonaptera emang melon dibelah 8 noh,miriiiip semua penampakannya. Paling bedain bulu kaku sama garis apaaa gitu yang di kepala, gw lupa nama garisnya.

Masih banyak cerita Christy soal dr. Freggy, berhubung mau kayak gimana, gw juga kurang memperhatikan dokter manapun secara detail. Salah satunya Christy kepapasan atau ketemu dr. Freggy dimana gitu dan dr. Freggy bilang katanya Christy dapet nilai paling tinggi. Cerita lain gw ga terlalu inget.😀

Suatu hari, 2 mahasiswi duduk bersebelahan dalam kuliah awal Metodologi Penelitian dan mendapati bahwa mereka berdua beserta teman-temannya yang lain sedang diomelin dosen gara-gara berisik. Kemudian, mahasiswi itu berbisik dibalik telapak tangannya.

Mahasiswi 1 : Ini dosen marah-marah mulu deh.

Mahasiswi 2 : *ga ada komentar*

(hening sejenak)

Mahasiswi 2 : I’m ashamed to admit this but….I miss Infection block.

Mahasiswi 1 : Me too.

(hening, merindukan kuliah penuh kehangatan dari ketua blok Infeksi)

credit : Gabriela Christy, FKUAJ 2009

One thought on “Malaikat Blok Infeksi FKUAJ 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s