Mataku Indonesia 4 : Keperihewanan Transportasi Jakarta

Masihlah kita ingat dengan wacana pemerintah memindahkan ibukota Jakarta ke suatu tempat di negara kita ini, hanya karena kota bernama Jakarta yang diurus Fauzi Bowo atau Foke mengalami kemacetan super duper parah 26 Oktober 2010? Timeline di twitter saya bahkan penuh dengan berita dari kompas dot com, detik com, viva newsgroup, metro tv dan tvone news tak lupa teriakan tweets teman-teman yang terjebak dalam kemacetan Jakarta yang makin menjadi. Walaupun saya waktu itu sedang terkurung di kamar kos yang dingin, saya menyaksikan melalui twitter betapa kemacetan Jakarta di kala itu sudah sangat tidak wajar. Darimana saya tau tidak wajar, toh saya hanya ngendon di balik selimut sambil ngaskus dan dengerin Kaskus Radio? ohohoho, kawan, 22 Oktober adalah gladi kotor Atma Visite dan saya bertugas sebagai panitia perkap hingga kira-kira jam 5 sore. Randy berbaik hati mengantarkan gw dan Thely balik ke kos kami di Carina Sayang 2 namun apa daya, baru sampai mulut parkiran Rumah Duka Atma Jaya *perhatikan ini, belom keluar parkiran lho* macet menghadang bahkan selama 15 menit tidak bergerak sampe Randy muter balik masuk ke kompleks kampus. Dan belum berakhir disini, gw dan Thely pulang jalan kaki dan yang menghadang kami adalah kemacetan di depan Emporium Pluit ke arah Mega Mall dan ke arah Grogol. MACET!!! Genangan air dimana-mana. Sintingnya lagi, genangan air dijalan bukan cuma disebabkan oleh hujan, tapi justru air di got yang keluar karena jalan lebih rendah daripada got. Mobil, motor, bajaj saling berebut mendahului…belum termasuk angkutan umum. Sinting!

ac7cfff5b8b67bd1852354524a3b57c7

Foto diatas adalah fenomena jakarta 26 oktober yang saya ambil dari google,berhubung saya tidak potret sendiri kejadian yang saya lihat di depan kompleks kos saya. Padahal klo mau dirunut kesintingan transportasi jakarta, ga cuma dari jalannya yang cepet, rusak, sempit dan gampang banjir, kemudian ada angkutan sering ngetem, ugal-ugalan, ngambil penumpang sampe penuh sesak, motor-motor bergerombol, liuk sana liuk sini,mobil nyelip-nyelipan, ga mau kalah, main nyelonong, bunyiin klakson sampai pening kepalaku dan kereta yang selalu penuh sampai penumpang ga bisa berdiri tegak!

19 oktober, saya kembali ke rumah saya tercinta di depok dari kampus Atma Jaya Pluit menggunakan jasa kereta ekonomi AC sekitar pukul setengah 6 sore. saya sudah memprediksikan bahwa kereta akan penuh dan mungkin saya ga akan dapat tempat duduk selama perjalanan. Gilanya, kereta itu datang dalam kondisi 80% penuh dan selama perjalanan bertambah penuh sampai saya tergencet dan ga bisa berdiri dengan benar. Penumpang mulai bergelantungan di pintu dan dalam kondisi hujan, pintu kereta tidak ditutup. Penampakannya seperti kereta ekonomi biasa namun dengan gerbong yang lebih apik dan ciamik. Selama perjalanan, penumpangnya terdorong kesana kemari seperti digiling sampai gw pernah dalam posisi sangat amat miring, mau tegakin badan harus mendorong sekuat tenaga tapi ga bisa karena kecapean.

Daaan..penderitaan belum seberapa saudara. Stasiun semi stasiun, saya mentabahkan diri, berharap cepat sampai pondok cina dalam posisi yang masih manusiawi, tegak, ga digencet bapak-bapak, om-om di kanan-kiri,depan belakang saya. Namun, perjalanan makin menyiksa kala keretanya berhenti beberapa saat. Sampai ada orang pingsan saat di stasiun pasar minggu dan berhenti total sementara karena katanya ada kendala teknis di stasiun depok lama. Saat kereta terhenti, posisi saya miring kurang dari 50% dan mati-matian mendorong orang yang menggencet saya dengan penuh erangan lelah. Sampai-sampai seorang bapak melihat dan mendengar dan bilang “hati-hati nih,udah mau pingsa tuh kayaknya.” Hallooo,saya sadar 100% dan saya cuma mau berdiri sesuai posisi anatomi yang benar.Saking ga tahannya dengan kereta ini,saya putuskan untuk kembali ke rumah dengan M04 Pasar Minggu-Depok Timur. Maka saya keluar stasiun Pasar Minggu dan berjalan ke perempatan depan Robinson.

Masalah baru : setiap M04 yang lewat sudah penuh penumpang sehingga banyak orang jalan ke LP3I dan kejadian yang sama berulang, lebih parah karena jumlah M04 yang lewat makin sedikit. Papa memutuskan menjemputku naik motor dan datangnya lama akibat macet di daerah Tanjung Barat. Petualangan pun berakhir.

Biar gimana juga, kondisi transportasi sudah sangat tidak manusiawi.Ga usah ngomong disiplin lalu lintas dulu, coba kita lihat apakah sarana-prasarana transportasi dan pendukungnya sudah memadai, sudah cukup comfortable dengan kebutuhan dan ekspektasi penumpang? Padahal saya sudah lama ga nyetir mobil sendiri lho, dan pulang naik kereta,pergi kemana-mana naik angkot yang cukup murah, tapi apa yang diberikan Pemerintah DKI Jakarta kepada penduduknya kalau memang punya kemauan untuk mengatasi macet di Jakarta? Pemerintahnya saja tidak memberikan solusi pada masyarakat malah membiarkan transportasi yang ada tetap begitu saja dan memperlakukan pengguna transportasi sebagai hewan. Ya, saya tahu kalau itu butuh perubahan jangka panjang dan tidak instan. Tapi apakah yang sudah diberikan selain membangun jalan? Busway berapa koridor yang dioperasikan? 1 tahun saya kuliah di FK Atma Jaya dan koridor di depan emporium pluit masih belum jalan juga. Tolong Pak Fauzi Bowo dan jajarannya, kalian anggap masyarakat Jakarta apa? Hewan sampai penyakit menahun tergencet di dalam angkutan umum ga bisa diselesaikan? Klo gitu ya jangan harap pengguna mobil pribadi berkurang,wong mereka bisa menjadi manusia dengan kendaraan mereka sendiri, daripada jadi hewan di kendaraan umum.

2 thoughts on “Mataku Indonesia 4 : Keperihewanan Transportasi Jakarta

  1. Numpang woro-woro….Terjelek dari yang paling jelek

    tapi tetep buatan anak bangsa, “The Jampang” kaosnya

    Jakarta bisa jadi alternatif pilihan kaos buat

    kamu-kamu, bisa buat oleh-oleh dari Jakarta, bisa

    buat nimpuk orang yang kamu cintai dengan memberikan

    kaos ini, silakan kunjungi http://www.thejampang.com.

    Salam,
    Bang Jampang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s