Mataku Indonesia 5 : Bule Di Kereta

Ini adalah entry kesekian kalinya saya menulis tentang kereta api, angkutan massal ibukota (tidak tercinta) kita, Jakarta. Ini bukan karena saya mania kereta api, ataupun saya sering berpergian dengan angkutan ini. Sejak saya kuliah di Fakultas Kedokteran yang cukup dari rumah saya di Depok, Jawa Barat, saya praktis banyak berpergian menggunakan kaki, maksudnya jalan kaki dari kos ke kampus, angkot biasa dan kereta. Walau rasio naik kereta cukup meningkat dibanding saya waktu masih SMA yang berpergian dengan mikrolet coklat M04 jurusan Pasar Minggu-Depok.

Jadi 5 November saya kebali menggunakan jasa Depok Ekspress jurusan Jakarta Kota-Depok Baru. Suatu kejutan melihat kereta ini menjadi kotak, alias bentuknya agak berbeda dengan kereta yang sebelumnya saya naiki. Kemudian saya masuk dan makin terperangah dengan interior kereta ini yang kesannya, hmm, minimalis tapi cukup elegan lah. Tentunya masih ada tanda ini dimana-mana.

05112010295

Tanda dilarang merokok dan dilarang duduk di lantai saudara-saudara. Tapi seperti yang saya ceritakan dalam post Mataku Indonesia sebelumnya, bahwa banyak orang yang cuek bebek dengan peringatan ini Smile. Kemudian masuklah seorang wanita dengan 2 orang asing yang bisa kelihatan dari warna kulitnya. Saya bukannya rasis tapi mereka juga bicara bahasa Inggris. Dan setelah berdiri sejenak, mereka rupanya memilih duduk di lantai di depan pintu gerbongAngry smile

05112010288

Si wanita nampaknya membawa kursinya sendiri. Dan sungguh memalukan tabiat seperti itu di depan foreigners, yang harus duduk seperti orang yang tidak tahu aturan.

0511201028905112010291

Dan tamu bule ini melihat penjual kursi lipat dan membelinya kemudian duduk seperti kebanyakan orang Indonesia lainnya.

051120102920511201029305112010294

Dengan penuh hormat foreigners, baiklah saya tidak akan mempermasalahkan tanda dilarang duduk di lantai dan menggunakan kursi lipat yang jaraknya sekitar 50cm dari tempat anda duduk. Tapi tahukah anda kalau anda duduk di depan pintu dan menyulitkan orang dari stasiun untuk masuk ke dalam kereta? Setelah berhenti beberapa stasiun pun, 2 bule dan wanita itu tetap duduk disitu.

0511201029705112010298

Pemandangan biasa.

I first thought that foreigners are strict about rules. What I saw that day inside the train had proven that several foreigners, not all, were easily stirred up to brake Indonesian rules, like most of Indonesian people themselves.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s