Idola Dokter Klinik special edition part 4

Post sebelumnya : Idola Dokter Klinik, special edition part 1, part 2, part 3

12. dr. DA, Sp. KJ

astaga hampir gw lupa ama dr. Dharmady yang pernah ngajar di blok Learning Skill dan Life Cycle ini. Yah, berhubung udah lama juga beliau ga ngajar angkatan 2009 karena kuliah lagi (walau masih sesekali ngeliat di rumah sakit dan fakultas, bahkan dr. D membantu baksos KMBVD 2009), beliau adalah dokter spesialis jiwa yang humornya mantab punya. Pas Life Cycle, dr. D cerita bagaimana berinteraksi beliau berinteraksi dengan anak-anak. Salah satunya adalah sulap tali rafia yang dilingkarin di leher terus ditepuk-tepuk, talinya bisa ga melingkari lehernya lagi. Waktu demo pertama di depan mahasiswa, sulap ini berhasil dan kami para mahasiswa menjadi tertarik bagaimana tali tersebut bisa lepas *berarti kami ini ga ada bedanya sama anak-anak dong? wehehe* Demo kedua ternyata tidak berhasil saudara-saudara😀 dan beliau langsung menyebarkan jurus saktinya kepada kami semua. Hehe, selama kuliah dr. D pun gw ketawa histeris *abis ada aja gitu cerita lucunya ampe ketawaaaa mulu*. Bisa dibilang komposisi kuliahnya seimbang 50% kuliah, 50% ketawa-tawa.

13. dr. PG, Sp. OG

dr. Pim emang baru ketemu angkatan 2009 dalam 2x kuliah (eh, apa 3?) di blok Neoplasma dalam topik pemeriksaan obsgyn, tumor jinak dan ganas sistem reproduksi. Mantabnya, dr. P ini punya semacam 3 petuah kuno yang legendaris yaitu lidah tak bertulang, hanya percaya pada Tuhan Yang Maha Kuasa, pencipta langit dan bumi serta semuanya mungkin kecuali seseorang menelan kepalanya sendiri. Uniknya, beliau bahkan mengatakan bahwa etiologi dari Ca cervix adalah ABCD alias Akibat Buka Celana Dalam. Yah, walau asli materi kuliahnya banyak, tapi dr. Pim dapat membawakan kuliah tanpa menimbulkan rasa bosan pada mahasiswanya.

14. dr. BS, Sp. A

aaah, dr. Bertha ini adalah PA (pembimbing akademik) gw. Karena beliau dokter di klinik, maka kadang kami harus mengatur jadwal dengan beliau kalo mau ngurusin tanda tangan KRS, her dan segala macam lainnya. Walau dr. B PA gw, beliau baru ngajar angkatan 2009 di blok Neoplasma tentang tumor pada anak. Walau ga pernah ngasih diktat, tapi beliau ga pelit ngasih tau referensi yang harus dibaca*ya dok, saya sangat setuju dengan dokter kalau kita perlu baca referensi, tapi terkadang saya ngerasa materi blok sudah terlalu padat untuk membaca referensi *. Pembawaan dr. B dalam menyampaikan kuliah mirip dengan dr. I,Sp. A, terlihat benar menguasai materi kuliah gitu lho, walau dalam kuliah dengan dr. B, logat Inggrisnya kadarnya ga setingggi pada kuliah dr. I. Dr. B juga sering cerita pasien-pasiennya dan ternyata beliau itu juga lulusan Filipina *rasa-rasane kok dokter lulusan Filipina itu jago-jago yah?* Suatu hari, karena gw her OSCE, maka gw dan kawan-kawan lain yang PAnya dr. B datang ke poli anak untuk minta tanda tangan. Saat kami masuk ke ruang praktek beliau dan mulai minta tanda tangan, dr. B mulai keheranan begitu banyak yang her OSCE. Namun gw dapat kesan wajahnya yang cantik *serius dok, dokter itu cantik deh  :D* bahwa sepertinya dr. B berpikir “aduh, kenapa kalian ini kok bisa her banyak begini?” Karena ada 2 koas yang nyengir-nyengir di sampingnya, maka kira-kira gw membayangkan kemungkinan percakapan yang akan terjadi. Dr. B mungkin akan bilang ke koasnya, “Tuh liat adik-adik kelas kalian banyak hernya. Kalian jangan begitu yak.” Dan mungkin 2 kakak kelas kami yang sudah bergelar S. Ked dan berpangkat dokter muda akan menyahut, “Yah, itu maklum dok. Kami dulu waktu preklinik juga begitu.”

Satu kejadian lucu terjadi waktu pleno PBL 1 blok Respirasi dimana dr. B bersama dr. Y, Sp.PD menjadi pembicara. Dr. B bersama dr. Y memang menekankan bahwa batuk itu bukan penyakit dan tidak ada batuk et causa penyakit apaaa gitu. Nah, saat dr. L,Sp. PA yang menjadi moderator dan hendak mengoper microphone kepada para pembicara untuk menjawab pertanyaan dari audiens maupun presenternya sendiri, dr. B yang menerima mic akhirnya malah mengoper mic itu ke dr. Y, Sp. PD. Pertanyaan berikutnya juga, dr. Y mengoper micnya ke dr. B. Kami mahasiswa yang melihatnya sudah banyak tertawa dari jawaban-jawaban dr. Y, dibuat tertawa lagi dengan adegan oper-operan mic ini. Tapi, setidaknya pleno PBL blok respirasi dan kardiovaskuler bener-bener menambah pengetahuan kami dari para pakar deh.😀

15. dr. RY, Sp. THT-KEL

dr. Ricky dari bagian THT ini mengajar URT (upper respiratory tract dari hidung sampai laring) menggantikan dr. S yang mengalami kecelakaan dan meninggal dunia. Beliau ini lulusan Filipina tapi gw lupa nama collegenya dan banyak cara dia cukup unik dalam menyampaikan kuliah. Gayanya santai disertai dengan sedikit cengengesan, kadang ga disangka dalam slide kuliahnya diselipin gambar apa gitu biar ga bosan. Salah satunya adalah gambar sebuah tempat di Filipina, dimana orang-orang melampiaskan stres mereka dengan membeli piring dan melemparkan piring tersebut ke dinding yang sudah dicat dengan berbagai target. Trus salah satu cerita beliau adalah ada pasien sewktu dia residensi, kakek tua yang ompong dan makan bakso kemudian tu bakso keselek dan masuk ke saluran napas. Saat mereka lakukan laringoskopi, bisa dilihat itu bakso naik turun diatas vocal cordnya. Dr. R sendiri ngasih tau bahwa keganasan kepala-leher yang paling banyak di US itu keganasan oral cavity, padahal di Indonesia yang banyak adalah NPC (nasopharynx carcinoma)

16.  dr. JB, Sp.S

dr. Jimmy juga salah satu dosen klinik baik yang turun mengajar mahasiswa pre-klinik, pertama kalinya di angkatan 2009 yaitu di Blok Metpen. Walau baru kuliah satu kali, kebaikan dan cerita-cerita tentang beliau sudah tersebar dan menjadi desus-desas *sok heboh ah* di kalangan mahasiswa. Ga banyak yang bisa gw ceritain karena gw sendiri ga inget dengan kuliah beliau tapiii waktu gw dan teman2 menghadap pembimbing KTI kami untuk berdiskusi soal tema proposal, pembimbing kami, dr. D, Sp.B berpapasan dengan dr. J dan kelihatan sekali dari pembicaraan mereka bahwa dr. J menganut paham “patient-oriented”. Semoga pada blok selanjutnya, kami belajar dengan baik dari beliau.

berlanjut….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s