Seorang Laki-laki Bernama Sastro-F. Rahardi

Mukadimah : F. Rahardi tampil dalam Bienal Sastra Utan Kayu-Salihara tanggal 8 dan 14 Oktober 2011. Pada pembukaan Bienal Sastra Utan Kayu-Salihara 2011, F. Rahardi membawakan 5 puisi ciptaannya yaitu : Definisi Tuyul, Penjelasan Menteri Penerangan tentang Tuyul, Sepasang Tuyul di Pojok Pantai Ancol, Seorang Laki-laki Bernama Sastro dan Sastro di Rumah Tahanan. Rekaman pembacaan puisi pada pembukaan Bienal Sastra Utan Kayu-Salihara dapat didengarkan pada player yang terdapat di website http://literarybiennale.salihara.org/ Penampilannya di Bienal Sastra mengundang gelak tawa para penonton karena gayanya yang kalem dan datar, seperti sedang membaca koran atau cerpen yang minim emosi dalam membacakan puisinya yang lucu dan ironis menggambarkan suasana Indonesia dibawah rezim Orde Baru.

Seorang Laki-laki Bernama Sastro

seorang laki-laki bernama sastro
yang gencar menembak burung
akan disebut sastro burung
seorang laki-laki bernama sastro yang
sehari-hari jualan bakso
selalu dipanggil sastro bakso
seorang laki-laki bernama sastro yang sukanya
mencolek-colek pipi gadis
pasti akan disebut sastro colek
dan seorang laki-laki bernama sastro
yang tak suka apa-apa
tak suka makan, tak suka minum,
tak suka perempuan
tak suka rokok, tak suka film
pasti akan diledek oleh teman-temannya
sebagai sastro banci

dan kalau enamribu sastro itu
berkumpul di lapangan bola
lalu seorang sastro naik ke atas meja
dan ngomong di mikrofon
maka udara lalu berkeringat
angin berhenti di tenggorokan
matahari berhenti di ubun-ubun
panas sekali pipi kiri
panas sekali pipi kanan
panas sekali lengan kiri
panas sekali lengan kanan

sastro pun bicara soal hak
kita para sastro ini punya hak untuk dipilih
jadi presiden
kita para sastro ini punya hak untuk
berjalan-jalan di lapangan monas
sambil nonton air mancur
menyanyi
kita para sastro ini punya hak untuk ngomong
soal
kentut yang suka ditahan-tahan
kita punya hak untuk berak di WC porselin
sebelum perut mulai mulas-mulas
kita punya hak untuk telanjang di kamar mandi
dan menyeruput kopi panas
di pagi hari
di musim hujan

tapi hak itu tak pernah kita sadari
sastro-sastro itu hanya ingat pada kewajiban
wajib membayar pajak bumi dan bangunan
wajib mendengarkan pejabat berpidato
wajib menonton film penyuluhan

sastro-sastro itu hanya ingat pada kewajiban
mentaati peraturan RT/RW dan Kelurahan
dan ketika sastro-sastro itu mempermasalahkan
hak mereka
untuk memilih dan dipilih
datanglah hansip dan polisi dan tentara
mengamankannya
sastropun diciduk
dia ditahan

dia dituduh telah merong-rong kewibawaan
aparat pemerintah
dia telah dituduh menghambat jalannya
roda pembangunan
dia telah dituduh tidak bersih lingkungan
sastropun dimasukkan dalam sel
dan pintu sel itu ditutup lalu dikunci.

1988

sumber : http://frahardi.wordpress.com/2011/05/09/seorang-laki-laki-bernama-sastro/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s