[Review Movie] The Sorcerer and The White Snake

Harusnya gw mengerjakan proposal KTI gw. Harusnya gw nyari bahan buat lomba KTI di Unhas. Harusnya gw masukin data penelitiannya dr. Yuda. Harusnya gw belajar. Harusnya gw tidur. Harusnya gw bikin laporan baksos. Aaaargggh, tapi semuanya ga gw kerjain. Hati ini rasanya galau dan super kalut, makin kalut saat mendengar lagu-lagu mandarin, salah satunya OST dari The Sorcerer and The White Snake yang berjudul Promise (Xu Nuo) yang dinyanyikan oleh Raymond Lam dan Eva Huang Shen Yi.

 

Sebenernya gw ga ada rencana buat nonton sih ini film, walau pengen juga nonton fiilm ini barengan dengan Smurf. Tapi tau ndiri lah, kuliah dengan materi yang banyak,masih juga beberapa kepanitiaan dan KTI yang ga dikerjain juga😦. Alhasil, gw selese kebaktian KMB klo ga salah, kos ternyata sedang mati lampu sodara-sodara. Tadinya Mira, temen kos gw ngajakin nonton film apa gitu, gwnya ga mau. Eh dia malah ga jadi nonton dan jadilah gw pergi nonton sendiri sambil membunuh waktu. Film pilihan The Sorcerer and the White Snake ( Bai Su Zhen Shuo). Pertama-tama, judul ini membuat gw mengernyit kenapa judulnya pake kata “the sorcerer” yah? Emang si biksu jahat yang diperanin kayak tukang sihir? Akhirnya jadilah gw nonton.

Soal cerita Siluman Ular Putih bernama Pai Su Cen ini gw rasa udah banyak yang tau lah ya. Dulu kan pas gw masih TK atau SD gitu pernah tayang serial TVnya Legend of Madam White Snake yang diperanin sama Angie Chiu dan Cecillia Yip. Itu tuh, yang terkenal dengan “suamikuuu…istrikuuu”. Trus lagunya yang Qian Nian Deng Yi Hui yang mendayu-dayu. Nah, The Sorcerer and The White Snake merupakan adaptasi yang kesekian kalinya dari cerita tradisional Cina. Cerita aslinya sih Siluman Ular Putih jatoh cinta sama manusia biasa tapi dipisahkan oleh seorang biksu jahat. Berbagai adaptasi tentu saja memunculkan berbagai variasi cerita.

The Sorcerer and The White Snake dimulai dari biksu Fahai (Jet Li) dan muridnya Neng Ren (Wen Zhang) pergi berkelana memberantas siluman, salah satunya silmuan salju (Vivian Hsu). Di tempat lain, Bai Su Zhen/Xuxu (Eva Huang) dan Qing Qing (Charlene Choi) sedang memperhatikan segerombolan pria memanjat tebing buat nyari tanaman obat, salah satunya Xu Xian/Hung Si (Raymond Lam). Si Qing Qing ngisengin si Xu Xian sampe jatoh ke danau tapi di tolong sama Xu Xu kemudian ciuman di air. Cerita kita percepat sampe festival apa gitu, dimana Xu Xu dan Qing Qing pergi mencari dan bertemu dengan Xu Xian. Di lain pihak, Fahai dan Nengren datang untuk memberantas siluman kelelawar. Masih sempet-sempetnya lhooo Neng Ren dan Qing Qing kenalan udah kayak sok akrab gitu dengan dialog yang, astaganaga, ga sesuai dengan cerita yang harusnya settingnya masa kuno. Waktu Xu Xian terperangkap di paviliun bersama Xu Xu, dialog perkenalannya juga garing abis, sok kenal sok dekat sok naksir ga jelas gitu deh sampe akhirnya ciuman lagi di air. Nah, Xu Xian mau ngelamar si Xu Xu tapi sempet keganggu oleh kedatangan Fahai yang kemudian ditahan sejenak oleh Qing Qing. So Sweetnya ternyata si Neng Ren digigit siluman kelewlawar dan akhirnya ikutan jadi siluman. Neng Ren kemudian melindungi Qing Qing dari Fahai. Akhirnya Xu Xian dan Xu Xu resmi jadi suami istri.

Wabah penyakit misterius menimpa suatu desa dan Xu Xian bekerja keras membuat ramuan obat. Karen Xu Xu ga mau Xu Xian kerja terlalu keras, ia memberikan energi silumannya ke dalam ramuan obat sehingga berkhasiat menyembuhkan. Ramuan tersebut diketahui oleh Fahai yang kemudian memburu Xu Xu. Fahai kemudian melepaskan Xu Xu karena pengorbanannya namun saat Xu Xian dan Xu Xu makan malam, Fahai datang untuk menangkap Xu Xu. Xu Xian yang tidak tahu menahu kemudian menusuk Xu Xu dalam wujud ularnya sehingga lemah dan melarikan diri. Xu Xian amat merasa bersalah sehingga pergi ke pagoda Leifeng untuk mencari tanaman obat untuk Xu Xu. Namun, saat ia berhasil memperoleh tanaman obat, ia justru kerasukan siluman yang selama ini ditangkap Fahai. Kemudian, ia dikurung di dalam kuil. Xu Xu yang telah pulih pergi mengkonfrontir Fahai bersama Qing Qing. Dari pertarungan berubah menjadi air bah yang melanda kuil, Qing Qing dan Xu Xu bergantian menyerang Fahai. Xu Xu akhirnya berhasil membebaskan Xu XIan, namun ingatan Xu XIan hilang dan karena sedih, Xu Xu kembali menyerang Fahai hingga luka parah. Namun, Fahai mendapat kekuatan Sang Buddha hingga Xu Xu terkurung di pagoda Leifeng. Xu Xu memohon pada Buddha Amitabha untuk bertemu Xu Xian sekali saja dan akhirnya dikabulkan. Ia memberikan ciuman terakhir pada Xu Xian hingga ingatannya pulih dan Xu Xu kembali terkurung di dalam pagoda.

Secara garis besar, film ini masih mengikuti legenda asli Cina soal mbak Pai Su Cen ini *mbak???!!*. Cuma waktu gw nonton film ini, kerasa sekali dialognya teramat aneh untuk ukuran cerita tradisional. Biasanya kan film-film Cina itu dialognya rada lebay gitulah soal cinta, lah ini Xu Xu kepengen berduaan sama Xu Xian aja dialognya macam sok kenal sok dekat aja, dan modal ciuman di air saja bisa buat jatuh cinta 5 putaran kehidupan. Sebenernya chemistry yang keliatan bagus malah antara Neng Ren, muridnya Fahai sama Qing Qing, the green snake. Walau dialognya juga sok akrab gitu, tapi ada aja adegan yang mendekatkan keduanya, yaitu saat Neng Ren putus asa menjadi siluman, malah betulan diajari menjadi siluman oleh Qing Qing. Jet Li disini memerankan biksu Fahai terkesan gak jahat, tapi galak. Buktinya, Xu Xu dikejar sekali, kemudian dilepaskan karena Fahai tersentuh oleh kebaikan Xu Xu sebelum dikejar lagi. Uniknya, Fahai juga menunjukkan kelemahan saat hampir kalah oleh Xu Xu.

Soal kostum, harus dibilang bahwa kostum para pemain sampai ke figuran semuanya lebih simpel, ga seribet film-film yang mengeksplor tradisional Cina, khas moderen gitu. Rambut Qing Qing dan Xu Xu juga diikat dan disampirkan di bahu dengan anggun. Rambutnya si siluman merah yang diperanin Vivian Hsu malah dibiarin tertiup angin sampai berantakan. Soal grafik, hmm….ini nih yang mau gw omongin. Grafiknya sih lumayan bagus, seenggaknya ga murahan kek film-film dubbing di salah stasiun TV Indonesia. Tapi di beberapa adegan,keliatan banget grafiknya masih kasar apalagi pas adegan pertarungan Xu Xu versus Fahai, dan yang paling aneh dari semuanya adalah, ngapain ada tikus bejubung masuk ke kuil yang tenggelam sih??? Salut sih buat efek banjirnya yang 2012-wannabe banget. Untuk ukuran film Asia, film ini cukup baik.

Overall, film yang disutradarai Tony Ching ini gw kasih rating 3 dari 5 untuk film ini. Ceritanya agak kurang kuat antara Xu Xu dan Xu Xian, kemudian ada grafik yang aneh juga. Tapi adegan perpisahan Xu Xu dan Xu Xian di versi manapun tetap berkesan dan bikin sedih, apalagi di film ini diiringi dengan lagu yang menyayat hati dan dinyanyikan langsung oleh Eva Huang dan Raymond Lam sebagai pemeran Xu Xu dan Xu Xian. Kalo ga terlalu suka film, minimal dengarlah lagunya yang menurut gw ga kalah bagusnya dengan Qian Nian Deng Yi Hui yang jadi OST serial TV Legend of Madam White Snake yang legendaris dan jadul itu.😀

4 thoughts on “[Review Movie] The Sorcerer and The White Snake

  1. Ping-balik: Promise (许诺)–Raymond Lam & Eva Huang « Journey of Lovianette Sherry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s