Diary of KTI : Towards Tomorrow

Awalnya gw bingung untuk memilih judul postingan kali ini, yang merangkum pengalaman dan perasaan yang gw alami selama mengerjakan KTI. Towards Tomorrow/Ashita e adalah judul episode terakhir dari anime Inuyasha Final Act. Hubungannya dengan KTI? Err….don’t know. Bahkan gw sendiri bingung mau nulis apa aja disini.

Dengan selesainya KTI membuat gw sadar, koas tinggal sejengkal saja dari tempat gw berdiri. Walau memang gw harus membereskan beberapa ujian, tapi tidak disangka, ketika 3,5 tahun yang lalu gw baru masuk ke FK sebagai mahasiswa yang polos dan pendiam, kini gw sudah menjadi angkatan tertua di FK dan sebentar lagi mengucapkan selamat tinggal pada kehidupan preklinik.

Sedikit banyak yang diketahui mengenai kehidupan koas yang katanya lumayan mengerikan. Sudah memegang tanggung jawab dengan menggunakan jas putih. Bahkan hal ini saja gw sadari saat mau mengambil foto untuk persyaratan panum. Another 2 years ahead plus a year of internship to become general practitioner aka dokter umum,

KTI adalah penanda akhir pendidikan preklinik, untuk itu maka preambulenya adalah “KTI ini diajukan sebagai salah satu syarat mendapatkan gelar sarjana kedokteran”. Well, yes sarjana kedokteran. Pembuka jalan menuju clinical training aka koas adalah OSCE-SOCA comprehensive + panum. Sesudah blok Darmed dan selesai KTI, siapapun yang hendak lanjut ke koas akan melalui OSCA dan panum.

KTI, well, udah dijelasin di awal-awal, sampe gw ga tau mau ngomong apa lagi. Gw bahkan ga ngeh atau ga inget apakah dr. D bilang gw lulus atau nggak *pikuuuun* Apa yang gw rasakan saat selesai sidang dan selesai mengumpulkan tanda tangan dosen, pastilah lega, senang, bangga dan juga sedih. Lega karena tugas besar ini akhirnya selesai. Senang dan bangga dengan pencampaian dan proses yang dilalui dalam pembuatan KTI. Sedih?? Ya Sedih karena gw akan merindukan saat-saat dimana gw nunggu konsul KTI dengan dr. D di poli atau depan OK atau momen-momen hampir gila saat penyusunan metode atau segala pertanyaan, masukan dan saran yang dilontarkan saat seminar maupun sidang dan gw mungkin akan kangen mensonde tikus-tikus dan menikmati ketenangan sesaat yang dirasakan saat berada di dalam kereta Commuter Line Cikini-Jakarta Kota. Okay okay, terlalu berlebihan, toh sport jantung akibat pertanyaan dan kritikan pasti bakal dirasakan lagi pas koas bahkan 1000x lebih menyeramkan dan bisa saja yang melontarkan pertanyaan adalah dr. D dan akan ketemu lagi dr. D di stase bedah.

Whatever it is, gw tetep bangga, grateful dengan apa yang udah dicapai dan dirasakan selama pembuatan KTI. Gw ga bisa lebih bersyukur lagi mendapat dosen pembimbing yang sulit dideskripsikan dengan kata-kata, dr. D *standing ovation*. Another great and passionate tutors on duty, dr. L dan dr. S *applause…suasana malam Piala Oscar*

Kemudian teman-teman seperjuangan 2009, Cavin, Epin dan Dito yang sama-sama dibimbing dr. D. Especially Dito yang periode gw ga ketemu dr. D selalu ngingetin gw dan bikin gw paranoid tiap hari, lama-lama gaya ngeritikin orang mirip dah ama dr. D. Epin dan Dito, thanks dah ngajak-ngajak setiap kali mau ketemuan dan banyak yang gw tolak :p. Jujur aja,kalo gw baca KTInya Cavin sih gw masih ngerti, tapi baca KTInya Epin dan Dito gw ga ngerti. Dan gw baru ngeh selama proses penyusunan proposal sampe seminar, sebenarnya Dito dan Epin….tukeran topik #zzzzz

Proses penyusunan KTI ini juga menimbulkan banyak mimpi-mimpi aneh, gw ceritain ya yang gw inget :

1. Gw mimpi nyari mencit dengan harga murah kemudian gw bawa pulang ke kos, paginya tuh mencit mati kedinginan karena AC kamar gw 16 derajad celcius

2. Gw mimpi mau konsul proposal ke dr. D dan kepapasan di koridor RS, tapi beliau ga bisa dan bilang hari Senin aja. Orientasi waktu di mimpi gw itu hari Sabtu dan gw mimpi itu ya Sabtu malam dimana gw lagi makrab!!!

3. Gw mimpi konsul proposal bareng Epin dan Dito sampe diajakin ke rumahnya dr. D, sampe disana malah disuruh masak dan ditanyain seakan-akan lagi ujian stase bedah

4. Gw mimpi mau konsul revisi proposal ke dr. D tapi gw ga bawa hardcopynya trus gw dipanggil dan disuruh ngerjain TTS neuroanatomi oleh dr. D dan dr. JB

5. Gw mimpi diancam oleh dr. F kalo sampe blok Organ-Indera belom seminar juga disuruh ganti topik

6. Gw mimpi mau konsul untuk sidang dengan dr. D dan hardcopy dah diserahin sebelomnya, tapi dr. D lagi ga ada dan yang pegang KTI gw dr. S dan dr. Stef, kemudian gw diinterogasi dan akhirnya gw diperbolehkan untuk sidang

7. Gw mimpi dr. D nyuruh gw ngulang penelitian dengan naikin dosis, entah NAC-nya atau asetaminofennya. Note : mimpinya jauh setelah gw kelar sidang

8. masih ada lagi tapi gw lupa….

Pertanyaan : apakah kalo gw ada kesempatan, dana dan dukungan bakal melanjutkan penelitian ini, termasuk model kuratifnya? My my, sayangnya gw rasa gw TIDAK berminat untuk melanjutkan penelitian gw. Bukannya apa sih, mungkin semangat dan passion gw udah keluar semua di penelitian pertama dan gw ga yakin gw bisa mengerjakan sesemangat dan sebagus yang pertama. Gw malah milih meneliti hepatotoksisitas atau nefrotoksisitas atau anti kanker dari herbal. Asal tahu saja, gw orangnya ga percayaan ama herbal dan pengobatan tradisional gitu. Mungkin juga meneliti mengenai magnet statis (baca : gelang magnet, sebangsanya gelang PB gitu) terhadap penyakit tertentu [jadi inget mod music_healing ampe ngomel-ngomel di kaskus]. Atau pilot study keberhasilan akupuntur dalam menurunkan berat badan (soalnya gw disuruh akupuntur buat ngurusin badan, mahal lagi biayanya) atau mungkin ngambil topik yang pernah disaranin dr. D dan gw kembangkan menjadi penelitian tentang faktor-faktor yang memperngaruhi infeksi post operasi. Atau topik lain yang bisa membuat kuping gw berdiri *emang kelinci??*

Respon apa sih yang gw dapat soal KTI gw? Biasanya gw mendapatkan hal-hal seperti ini : “KTI u apa? Penelitian ya? Pembimbing ama penguji u siapa?”, “Haaaaaahhhhh!!? Penguji lo dua? Kenapa ga minta pembimbing tambahan?”,“Wuih, berapa tuh biayanya?”,“Hasilnya gimana?”, “Ribet amat penelitian lo”, “pake tikus ya?”,” “nilainya berapa?” dan yang terakhir “Yan, udah ketemu dr. D blom? Kapan ketemu? Cepetan lah ketemu!!” Bonus dari April : “Eh, tadi gw ketemu dr. D lhooo…”

Akhir cerita, gw juga bingung mau nulis apa lagi. Gw sangat senang ngerjain penelitian gw. Bener emang kata dr. D kalo penelitian itu lebih seru daripada bikin studi pustaka (trus jadi ga ngerti deh tepatnya referat itu mesti kayak gimana bikinnya). Last but not least, gw sangat berterima kasih pada dr. Daniel, dr. Lina dan dr. Sheella beserta teman-teman, orang tua dan pihak-pihak yang turut memberikan dukungan finansial, psikologis, materi dan ilmu pengetahuan sehingga penelitian gw akhirnyaaaaaa bisa selese.

Hmmmm, berarti gw udah jadi sarjana kedokteran dong yah? Kok ga kerasa apa-apa yah? Eh eh eh,berarti gw dah mau masuk klinik dong yah?? Aaaaaarrrgghhh, gimana nih rasanya kepala masih kosong~~~~ *panic attack*

Cerita sisipan : btw, gw harus mencetak 6 buah buku hijau dengan rincian : 2 untuk kampus, 2 untuk penguji dan 1 untuk pembimbing dengan bonus 1 buat diri sendiri. Tapi, yang terjadi karena kecerobohan gw dan ketiadaan warna yang pas di tempat langganan fotokopi, akhirnya gw harus cetak dua kali, dengan 5 buku berwana hijau yang memenuhi syarat maunya kampus sedangkan punya gw sendiri ijonya beda….sebenernya yang disayangkan sih biayanya itu,huhuhu

BGM : L’s Theme – Death Note OST

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s