Daftar (ga lengkap) Pemeran Mahabharat 2013 Star Plus part 4

Oke, gw tau pasti banyak yang ga sabar dengan para pemain Pandawa dan Kurawa. Sebelomnya nonton trailer dolo….

Lahirnya Pandava dan Kaurava

Jadi ini diaaa…..

28. Duryodhan/Duryodhana/Suyodhana – Kid (Alam Khan), Adult (Arpit Ranka)

Inget kan cerita bagaimana Gandhari melahirkan 100 anak yang menjadi Kurawa/Kaurava? Anak pertama yang muncul dari pot yang ditanam itulah yang dinamakan Duryodhan/Duryodhana dimana “dur” artinya sulit dan “yodhana” artinya ksatria/warrior. Arti lainnya yaitu “yang sulit dikuasai/dikendalikan”/unconquerable one. Katanya sih nama aslinya Suyodhana, tapi karena sifat-sifat jeleknya, maka ia dipanggil Duryodhana. Kelahiran Duryodhana diiringi dengan pertanda jelek seperti anjing dan serigala melolong, langit gelap, petir dsb dsb sehingga para tetua seperti Bhishma, Kripa dan Vidura menghimbau Dhristarashta untuk mengabaikan Duryodhana. Tapi karena cinta sebagai ayah, Dhristarashta tetap membesarkan Duryodhana.

Bersama dengan sepupunya Pandawa, Duryodhana dan adek-adeknya mendapat pendidikan militer dari Drona dan Kripacharya. Sayangnya, Kurawa itu sering banget dibully sama Bhima sehingga muncullah kebencian antara Duryodhana kepada Bhima, sampai pada tahap Duryodhana meracuni susu/kheer Bhima dan membuangnya ke sungai. As usual, yang ngomporin siapa lagi kalo bukan Shakuni/Sengkuni. Alhasil, klo menurut cerita di Star Plus, Kurawa dan Pandawa semuanya dikirim ke desa pendidikannya Drona, Oh ya, karena kebencian Duryodhana kepada Bhima yang sangat besar, konon Duryodhana punya patung besi yang dianggap sebagai Bhima dan selalu dipake buat latihan gada dan pukul-memukul.

Pada kompetisi para pangeran Hastinapura, cerita yang berarti hanyalah ketika Duryodhana mengangkat Karna sebagai raja Anga. Awalnya mungkin Duryodhana menganggap Karna adalah orang yang paling tepat melawan Arjuna, karena di Rangbhoomi ini Arjuna kemudian dinobatkan sebagai pemanah terhebat sedunia oleh Drona. Keliatan seperti oportunis abis kan, tapi Duryodhana kemudian dikenal bisa mengenali talenta seseorang tidak tergantung pada kasta dan status sosial seseorang, itu positifnya.

Duryodhana menganggap dirinyalah yang paling berhak menjadi tahta Kerajaan Hastinapura. Kenapa? Alasannya banyak dan harus gw akui cukup masuk akal.

A. Duryodhana adalah anak tertua dari raja yang sekarang memerintah, Dhristarashta

Ingat kan peliknya penobatan raja pada masa Dhristarashta dan Pandu? Aslinya sebagai anak tertua Vichitravirya, Dhristarashta berhak sepenuhnya menjadi raja. Ketika Vidura akhirnya angkat suara karena kebutaan Dhristarashta, akhirnya Pandu yang naik jadi raja. Itu pun Pandu pergi mengasingkan diri setelah dikutuk sehingga akhirnya Dhristarashta yang naik jadi raja. Pelik? Banget. Sekarang 2 raja ini punya anak tertua, Yudhisthira dan Duryodhana. Siapa yang lebih berhak? Kalo urutan lahir duluan sih ya Yudhisthira berhak, tapi kalo soal anak dari raja mana yang sedang memerintah (incumbent), IMHO Duryodhana jauh lebih berhak daripada Yudhisthira.

B. Pandava adalah anak Kunti dan para dewa, bukan anak kandung Pandu.

Itu benar. Pandava lahir dari Kunti, Madri ditambah dewa-dewa yang kemudian diakui sebagai anak-anak Pandu. Tapi tetap saja, mereka bukan anak kandung Pandu dan terlebih lagi, lahir dari dewa bukan berarti mereka lebih superior dari Kaurava yang lahirnya biasa aja, walaupun ditanam dalam tanah itu sih super ga biasa banget. Kaurava melalui pernikahan Dhristarashta dan Gandhari mewarisi garis keturunan bangsa Kuru yang sah (sebenernya garis aslinya bisa dianggap sudah punah saat Devavrat mengambil sumpah selibat sebagai Bhishma dan kematian Vichitravirya) dibanding pernikahan Pandu-Kunti dan Madri yang kemudian anak-anaknya dari dewa, yang tidak ada garis keturunan langsung dari bangsa Kuru, mengingat Pandu tidak bisa berhubungan intim dengan istri-istrinya. Perlu diingat, mengenai royal blood, bahkan Kunti sendiri cuma anak angkat Raja Kuntibhoj dibanding Madri yang memang putri dari kerajaan Madra (pantes sih doi sensi mulu ama Kunti yang lebih disayang Pandu).

Setelah kompetisi/rangbhoomi selesai, Drona kemudian meminta dakshina kepada murid-muridnya, yaitu menangkap raja Panchala, Drupada. Arjuna lah yang berhasil melaksanakan tugas tersebut sehingga ketika dibahas dalam musyawarah memalui mufakat *woi*, Dhristarashta dibawah tekanan mengangkat Yudhistira, anak tertua Pandu sebagai putra mahkota Hastinapura walaupun ia sangat ingin menobatkan Duryodhana, anak kandungnya sendiri.

Selese? Enak aja. Dengan dinobatkannya Yudhisthira, Duryodhana, Shakuni dan Karna kemudian berkomplot membangun istana Lakshagriha, istana yang terbuat dari lilin (ada yang bilang terbuat dari kayu atau bahan apapun yang mudah terbakar). Atas perintah Duryodhana, Purochana membakar istana ini (walaupun ia akhirnya ikut mati kebakaran) dan Pandawa diasumsikan mati dalam kebakaran. Kenapa asumsi? Wong aslinya Pandawa sudah diperingatkan oleh Vidura dan berhasil meloloskan diri kok.

Duryodhana dan para pangeran Hastinapura ikut serta dalam sayembara Draupadi dan as usual, semuanya gagal. Klo di Star Plus, digambarkan Karna berhasil mengenali Arjun yang saat itu menyamar sebagai Brahmin dan memenangkan sayembara tersebut. Kalo Karna tau ya pasti Duryodhana tau. Kemudian Shakuni dan Duryodhana menghaut para pangeran dan raja yang hadir dalam sayembara itu untuk menyerang Arjuna. Untung berhasil ditenangkan oleh Krishna.

Btw, ini adalah kisah bagaimana Duryodhana mendapatkan istrinya, Bhanumati, dan ini ga digambarkan di Mahabharat Star Plus. Jadi, again Duryodhana dan Karna mengikuti sayembara Bhanumati. Tapi, kali ini sepertinya Karna lagi terinspirasi oleh Bhishma waktu dulu dia melarikan Amba, Ambika dan Ambalika. Menggunakan jurus Bhishma-style #eaaa, Karna mengalahkan semua raja dalam sayembara dan melarikan Bhanumati. Bhanumati fine-fine aja nikah ama Duryodhana, tapi ia punya syarat kalo mau nikah sama Duryodhana, Karna juga harus nikah ama sahabat baiknya, Supriya. Halah, ada-ada aja ni cewek. Rupanya Bhanumati tau temennya si Supriya jatuh hati dengan Karna, makanya punya permohonan seperti itu. Karna sendiri udah punya istri bernama Vrushali/Vrishali. Tapi kemudian Karna mengabulkan permohonan Bhanumati dan menikah juga dengan Supriya.

Ketika Pandawa diketahui masih hidup dan Duryodhana juga udah keburu dinobatkan menjadi putra mahkota yang baru, untuk menurunkan tensi yang tinggi maka kerajaan dibelah dua, Hastinapura untuk Kurawa dan Khandavprastha/Kandawaprasta, yang akan dikenal sebagai Indraprashta untuk Pandawa. Duryodhana yang diundang untuk menghadiri rajasuya yagna oleh Yudhisthir terkesima oleh keindahan Indraprashta menjadi iri tapi jatuh kedalam kolam air yang dikiranya sebagai cermin. Kejadian ini membuat Duryodhana diejek “anak orang buta juga orang buta”. Katanya sih yang ngejek itu Draupadi, makanya Duryodhana menaruh dendam kepada Draupadi dan Pandawa dan merancang permainan dadu.

Permainan Dadu/Game of Dice. Yudhisthir suka banget berjudi dan main dadu. Duryodhana bermain diwakili oleh Shakuni yang super licik menggunakan dadu ajaib yang bakal selalu menang. Dari awalnya cuma taruhan kuda, duit menjadi taruhan adik-adiknya sendiri, diri sendiri sampe istri pun dipertaruhkan. Ketika semuanya kalah, Duryodhana menyuruh Pandawa untuk melepas semua baju kebesaran mereka serta menyuruh Dushashan/Dushashana untuk menyeret Draupadi ke mimbar istana dan menelanjanginya. Berkat doa kepada Krishna, Dushashana tidak berhasil menelanjangi Draupadi. Draupadi yang murka hampir mengutuk Kurawa sebelum akhirnya Dhristarashta kemudian mengembalikan semua harta kepunyaan Pandawa dan menyuruh mereka pulang. Apa daya, Duryodhana yang tidak puas mengundang mereka kembali untuk bermain dengan taruha barang siapa yang kalah akan menjalani pengasingan selama 12 tahun yang dilanjutkan dengan penyamaran di negeri orang selama 1 tahun, bila berhasil dikenali, harus menjalani oengasingan lagi. Pada saat Duryodhana dan Dushashana mempermalukan Draupadi, Bhima bersumpah akan membunuh semua Kurawa, merobek dada Dushashana dan meminum darahnya serta mematahkan paha Duryodhana dimana ia menggoda Draupadi untuk duduk di pahanya. Arjun juga bersumpah untuk membunuh Karna. Sementara Sahadev bersumpah membunuh Shakuni.

Bisa ditebak, Yudhisthira kalah dan Pandawa menjalani mengasingan selama 12 tahun dan pemnyamaran di negeri Matsya selama 1 tahun. Selama masa-masa ini, Duryodhan beserta Karna menaklukan berbagai kerajaan, termasuk kerajaan yang sebelumnya berpihak pada Pandawa. Kerajaan-kerajaan inilah yang nantinya akan berperang di pihak Kurawa saat perang Kurukshetra nanti.

Menurut beberapa sumber yang beredar di diskusi india-forum.com, sebenernya memang Duryodhana punya sifat-sifat jelek. Tapi selama masa pengasingan Pandawa, ia bahkan menjadi raja yang adil dan bijaksana. Bahkan di suatu daerah bernama Pouverazy Kerala kalo ga salah, terdapat kuil yang menyembah Duryodhana sebagai dewa. Konon katanya di tempat itu, Duryodhana kelelahan saat melacak Pandawa kemudian meminta air pada seorang ibu tua yang rakyat biasa. Saat si ibu mengetahui bahwa ia memberikan air pada seorang bangsawan dan ketakutan akan dihukum, Duryodhana justru menenangkan si ibu, bahkan menghadiahkan tanah serta mendirikan kuil pemujaan dewa. Dewanya sih awalnya kosong gitu sampai penduduk disana memutuskan untuk memuja Duryodhana, Karna dan Bhanumati sebagai dewa.

Lanjut lagi, Duryodhana yang curiga bahwa Pandawa bersebunyi di negeri Matsya menyerang negeri itu dari 2 arah dan kalah dua-duanya. Kemudian, setelah Pandawa keluar dari pengasingan, terjadi perundingan damai dengan Krishna sebagai penengah, yang kemudian gagal total. Bahkan Duryodhana tidak mau memberikan Pandawa desa saja. Buat orang ini kelihatan jahat sih, tapi coba dari sudut pandang lain. Pandawa itu awalnya diberikan hutan Khandavaprashta oleh Dhristarashta saat pembagian kerajaan dan hutan itu dirubah mmenjadi kota cantik karena bekerja sama dengan siluman Mayasura (klo ga salah). Kalo hutan aja bisa dibikin yang sangat megah, apalagi 5 desa?

Oke, balik lagi. Karena perundingan damai gagal, maka penengah yaitu Krishna kemudian menawarkan bagi kedua belah pihak. Duryodhana dan Arjuna sama-sama menghadap Krishna yang tertidur tapi Arjuna yang ditawari lebih dulu oleh Krishna dengan alasan bahwa saat Krishna terbangun, Arjuna yang pertama kali dilihat karena Arjuna menunggu di dekat kaki Krishna, sedangkan Duryodhana yang datang lebih dulu menunggu di kepala Krishna. Arjuna memilih Krishna sebagai non-combatant role (kusir kereta Arjuna) sedangkan Duryodhana mendapat beberapa akshaushini berapa banyak tentara gitu. Shakuni sempat ngomel karena lebih penting milihh Krishna dibanding tentaranya yang banyak itu.

Perang Kurukshetra. Dengan ksatria-ksatria tangguh di pihak Kurawa macam Bhishma,Drona Dryodhana ingin tentaranya dipimpin oleh Karna. Tapi, karena saat ini status Karna masih sebagai sutaputra (anak kusir kuda) dan keberatan dari Bhishma dengan alasan Karna pernah menipu gurunya, Parashurama (Bhishma sebenernya tau Karna adalah anak Kunti dan tidak mau Karna berperang dengan adiknya sendiri), maka Bhishma menjadi komandan pasukan Kurawa. Oh ya, Duryodhana juga menipu Shalya, paman dari Nakula dan Sahadewa untuk berpihak pada Kurawa.

Saat Bhishma gugur, Duryodhana menunjuk Drona sebagai komandan perang berikutnya dan ikut berperan serta dalam pembantaian Abhimanyu dan memerintahkan Karna untuk menggunakan Vasavi shakti untuk membunuh Ghatothkacha. Setelah Drona gugur, Karna dinobatkan jadi komandan perang berikutnya. FYI, dari semua orang yang mendukung Kurawa di medan peperangan, Duryodhana cuma percaya sama Karna karena para tetua seperti Drona dan Bhishma ga bener-bener niat buat ngalahin Pandava, tapi Karna dikenal membenci Pandawa terutama Arjuna, dan yang bener-bener yang paling punya niat buat mengalahkan,atau membunuh Pandawa.

Ketika Karna dibunuh oleh Arjuna, Duryodhana sampe nangis, bo! Ni orang yang ga pernah nangis selama 99 adiknya dibunuh ama Bhima, tapi begitu sahabatnya Karna mati dibunuh Arjuna, nangisnya ga karu-karuan. Satu-satunya teman yang membela dan berjuang demi dia, akhirnya mati. Kematian Karna sebenernya juga kekalahan Kurawa, karena udah ga ada lagi ksatria yang cukup tangguh buat jadi komandan perang dalam melawan Pandava. Star Plus malah sudah mengisahkan Duryodhana nangis saat Karna mendonasikan Kavacha dan Kundalanya ke Indradev, karena prihatian sama sahabatnya yang kesakitan, mendonasikan Kavacha dan Kundala yang didapat sejak lahir sama aja dengan memotong tubuhnya sendiri, sakit lho melepas Kavacha-Kundala itu,ampe Karna berdarah-darah, kesakitan bahkan pingsan!

Selanjutnya, saat Karna hendak dikremasikan oleh Pandava, adik-adiknya yang sah, Duryodhana melarang dan mengusir Pandava, dan sampe ngomong sama Arjun, “kasih tau saya kalo selama ini kalian bertarung dan memanah musuhmu atau kakak kandungmu sendiri.” Pandava akhirnya diem dan membiarkan Duryodhana yang mengkremasi Karna, teman sejatinya.

Pada malam terakhir sebelum pertempuran berakhir (karena dengan matinya Karna, Shalya diangkat menjadi komandan perang selama 1 hari karena langsung dibunuh juga hari terakhir itu), Gandhari memanggil Duryodhana untuk menemuinya dalam keadaan telanjang, literally telanjang. Tapi ditengah jalan, Duryodhana ketemu Krishna dan diejek sampe Duryodhana malu dan menutup kemaluan dan paha. Gandhari yang cuma seumur-umur itu membuka penutup mata kemudian mencurahkan pandangan matanya ke Duryodhana, mengubah tubuhnya menjadi besi, tapi menjadi sebel karena ga semua bagian tubuh Duryodhana ga menjadi besi.

Pada hari terakhir peperangan dan Shalya mati di tangan Yudhisthir, Duryodhan yang kehilangan semangat kemudian menyelam ke dalam kolam dengan pikiran menyesal dan sedih akan kekalahannya. Ketika tubuhnya dingin, ia disemangati oleh Aswatthama dan Kripacharya untuk menghadapi Pandawa dengan percaya diri. Maka bangkitlah Duryodhana untuk menghadapi Pandava yang mencari-carinya.

Yudhisthira menawarkan untuk melawan salah satu dari Pandawa dan bila Duryodhana menang maka secara otomatis, Pandawa kalah perang. Duryodhana memilih Bhima, yang sngat dibencinya dan punya kemampuan gada yang hampir sama. Setelah beberapa lama bertarung dengan Bhima, Bhima mulai kelelahan. Krishna kemudian memberi sinyal ke Bhima untuk memukul paha. Bhima yang ingat sumpahnya untuk mematahkan pahanya Duryodhana kemudian memukul paha Duryodhana, bagian yang tidak diubah menjadi besi oleh Gandhari. Seketika itu juga, Duryodhana terluka parah, berteriak-teriak karena pertarungan ga adil dengan memukul lawan dibawah paha.

Duryodhana sekarat ketika dihampiri Aswatthama dan Kripacharya yang kemudian bersumpah untuk membunuh Pandawa. Maka dengan darahnya sendiri, Duryodhana melantik Aswatthama menjadi komandan perang terakhir. Kemudian, setelah Aswatthama membantai pasuka Pandawa beserta keluarganya, Aswatthama kemudian memberitahukan hasil kerjanya kepada Duryodhana. Ada beberapa versi mengenai kisahnya ini dimana Duryodhana mati dengan keadaan senang entah yang terbunuh itu seperti yang diberitahukan Aswatthama adalah para Upapandava (anak Pandava dari Draupadi) betulan atau Aswatthama mengira Pandava yang dia bunuh padahal itu adalah Upapandava.

Duryodhana akan terakhir terlihat saat Swargarohan Yatra, dimana setelah adik-adiknya atuh dalam perjalanan ke Himalaya, Dharmaraj/Yamaraj membawa Yudhisthir ke surga dan menemukan bahwa yang di surga itu adalah Duryodahan dan Kurawa, sementara adiknya berada di Neraka.

29. Dushashn/Dushashana/Dushasana/Durshasana – Kid (Raj Shah), Adult (Nirbhay Wadhwa)

Draupadi cheerharan atau Vastraharan, anyone?tar pas ngebahas Draupadi aja yah.

Dushashan/Dushasana adalah anak kedua tertua dari pasangan Dhristarashta dan Gandhari dan adeknya Duryodhana. Sama seperti Duryodhana, Mahabharat StarPlus menggambarkan Dushashana sebagai pangeran yang dimanja bapaknya kemudian jadi bangsat tengil cilik yang kemudian bersama dengan Kurawa lainnya mengacau di pasar ikan dan bersama-sama dengan Pandawa juga dikirim ke gurukul untuk mendapat pendidikan iliter di bawah Drona.

 

 

Dushashan sebagai adeknya Duryodhana tentu sangat mengidolakan dan membantu kakaknya yang satu ini. Dimana dia akan kemudian bertanya apapun sama kakaknya. Dushashana juga ikut serta dengan Duryodhana dan Shakuni dalam plot Lakshagriha untuk membunuh Pandawa dan saat terkibul *bahasane…* dengan berita palsu kematian Pandava, bergembira ria menaikkan bendera setengah tiang di Hstinapura. Bersama dengan Duryodhana, Shakuni dan karna, Dushashan juga ikut ke kerajaan Panchala dalam sayembara mempersunting Draupadi. Yah ga usah dibilang betapa para pangeran Hastinapura gagal total, kecuali Karna yang hampir berhasil memanah ikan di luar angkasa kalo aja Draupadi ga nomong kalo dia ga mau nikah dengan Karna. Tapi, beda dengan karna yang belum apa-apa udah menganggap Draupadi sebagai istrinya Duryodhana (padahal menang swayamvar aja blom), Dushashan langsung melempar pandangan bernafsu sama Draupadi.Ya wajar sih, liat aja pas cheerharan.

Ga terlalu banyak yang bisa diceritain tentang Dushashan, karena literally semua Kurawa berada dibawah Duryodhana, ya emang ga banyak kisahnya.Mari kita lanjut ke event paling penting dalam sejarah Mahabharata dan juga sejarah hidupnya Dushashana.

Ketika Yudhisthir mulai main dadu melawan Shakuni dan Duryodhan dengan mempertaruhkan semua yang dia punya, termasuk adik-adiknya, dirinya dan Draupadi, Duryodhana menyuruh Dushashana untuk menyeret Draupadi ke hadapan para hadirin di istana. Diseret, ditaraik-tarik rambutnya Draupadi ini ampe luka-luka, mukul-mukul. Tapi apa daya, karena para suami pandava semuanya diem aja udah kalah dipertaruhin ama ama Yudhisthir maka sebelum kain sarinya ditarik, Draupadi kemudian berdoa kepada Krishna.

Ajaib, kain sari yang ditarik oleh Dushashan kemudian tidak habis-habis, bahkan Dushashana sampe kecapekan dan ga sanggup lagi narik kain sari Draupadi. Melihat Draupadi dipermalukan seperti itu, maka Bhima bersumpah untuk membunuh semua Kurawa, terutama merobek Dushashana dan meminum darahnya. Draupadi bersumpah tidak akan mengikat rambutnya sebelum keramas dengan rambut Dushasan.

Selanjutnya tau sendiri yah? pada perang Kurukshetra, Bhima membunuh Dushashan, menari seperti orang gila, merobek dada dan meminum darahnya. Kemudian, darahnya juga dibawa untuk mencuci rambut Draupadi.

BTW, ini penting perlu gw komentarin aktingnya Nirbhay Wadhwa sebagai Dushashana di Mahabharat Star Plus. Kalo ada award “The Fastest Developing Actor”, menurut gw pantes buat dikasih ke Nirbhay Wadhwa. Coba siapa yang udah pada colongan nonton Mahabharat dibagian Draupadi dipermalukan/cheerharan/vastraharan? Liat aktingnya, ekspresinya, suaranya, pandangan matanya, body languagenya Nirbhay Wadhwa saat narik dan nyeret rambut Pooja? Liat gimana niatnya ni orang berakting penuh tenaga dalam menarik kan sari Draupadi, pandangan jahat dn bernapsu, penuh birahi or whatever is that,ampe ente yang nonton pengen gebukkin tu orang? udah colongan nonton? kalo yang belum mah ditunggu aja. kalo yang udah, gimana?ente mau ngajakin ribut si Dushashan? kalo iya, berarti aktingnya Nirbhay berhasil sentosa tuh membawakan karakternya Duhsashan. Bahkan waktu gw bandingin Draupadi cheerharan versi Mahabharat BR Chopra, versi shri Krishna Ramanand Sagar dan versi Kahaani Hamaray Mahabharat Ki Ekta Kapoor yang super ga jelas itu, jelas akting Nirbhay sebagai Dushashan itu menurut gw sangat sukses membawakan Dushashan sampe gw mikir emang pantes tu Dushashan dirobek dadanya ama Bhima.

30. Vikarn/Vikarna/Wikarna (Sandeep Arora)

Dari ke-100 Kaurava, barang kali cuma Vikarna ini yang otaknya masih lurus, ga spiral apalagi segi delapan. Dikala kakaknya Duryodhana, Dushashan beserta Shakuni ingin ngerjain Pandava sampe pada tahap mempermalukan Draupadi, Vikarna yang angkat suara dan mengatakan pendapatnya bahwa permainan dadu ini adalah jebakan untuk Yudhisthir dan mempertaruhkan Draupadi tidak sah saat Yudhisthir bahkan sudah kalah dalam mempertaruhkan dirinya sendiri. Sayangnya teriakannya tidak direspon oleh para tetua Hastinapura, malah Vikarna dibantah oleh Karna.

Pada perang Kurukshetra, Bhima yang bersumpah untuk membunuh semua Kaurava termasuk Vikarna, mengatakan bahwa sayang sekali ia harus membunuh Vikarna yang berada di pihak musuh padahal Vikarna adalah orang yang menjunjung tinggi dharma. Dengan demikian, Bhima membunuh Vikarna dengan rasa penyesalan. Vikarnanya sendiri juga lebih membela kepentingan kakak-kakak kandungnya dibanding membelot ke pihak Pandawa.

31. Yuyutsu (Sabar Kashyap)

Ingat bahwa Gandhari hamil selama 2 tahun dan ga lahir-lahir juga? Merasa perlu untuk mendapatkan anak untuk ahli waris kerajaan mendahului adiknya Pandu, Dhristarashta kemudian menghamili pelayannya Gandhari yang bernama Sughada dan punyalah dia anak bernama Yuyutsu. Berbeda dengan Vikarna yang sama-sama membela dharma tapi emmilih keluarga, Yuyutsu memilih membela Pandawa sehingga setelah perang cuma dia satu-satunya anak Dhristarashta yang bertahan hidup, selain Duhsala tentunya.

Men, ga ketemu ya fotonya, bahkan gw sendiri bingung foto yang gw pajang di Vikarna itu sebenrnya Vikarna atau Yuyutsu.

32. Duhsala/Dussala – Kid (Ashnoor Kaur), Adult (Garima Jain)

Duhsala adalah satu-satunya putri dari Gandhari dan Dhristarashta, dan termasuk anak baik, ga musuhan sama Pandawa, tidak seperti kakak-kakaknya Kurawa. Duryodhana mengatur pernikahan Duhsala dengan Jayadrata, raja Sindhu walaupun ini ditentang oleh Pandawa dan para tetua Hastinapura. Bau-baunya sih supaya saat Duryodhana berkuasa, ia punya teman dalam melawan Pandawa. Jadilah Duhsala menikah dengan Jayadrata dengan rumah tangga yang tidak harmonis.

Ketika perang Kurukshetra berakhir dengan Jayadrata mati juga dibunuh Arjuna, Arjuna datang ke kerajaan Sindhu dimana anaknya Duhsala dan Jayadrata memerintah, Suratha.Arjuna masuk ke kerajaan, Suratha itu langsung meninggal gara-gara ketakutan diajakin perang lagi. Duh cemen bener nih anak. Untungnya dia punya anak. Arjuna yang tau dia menyebabkan kematian Suratha kemudian bilang ke Duhsala kalo dia ga datang untuk perang tapi untuk perdamaian. AKhirnya anak Suratha ini naik jadi raja.

 

Next : Pandawa….suwer!

8 thoughts on “Daftar (ga lengkap) Pemeran Mahabharat 2013 Star Plus part 4

  1. Gara2 nonton mahabarata jadi naksir Sir Aham Sharma plus peranny sbg Suryaputra/AngaRajKarn/Maharathi VasusenaKarna.please nanti kalo bahas doi yg panjang+lebar ya.love bgt sama Aham ,dia berhasil membuat Karna jadi lebih hidup.thanks ya

  2. bagus artikelnya.o iya,nnt saat bahas pandawa,di panjangin jg ya,soalnya aku tertarik sama mereka,terutama arjuna.drupadi,krishna,srikandhi,subadra,ama anak2 para pandawa nnt dibahas juga ya.nice blog…thank’s for informations….

  3. aq sering bk postingan ky gini smnjk ad mahabharata di antv.pas pertama mulai,aku tu anti bgt ma mahabharata,bhkn sempat sebel klo mamakku lg nontonnya.eh,lama2 ketagihan gra2 episode saat gandari hamil dan mukul2 perut’y:)dan akhirnya aku slalu nontn mahabharata di antv dan gk tertinggal satu episode pun.aq seneng bgt m ni film,apalg m arjuna dan drupadi:)aq bhkn gk prnh ketinggaln informasi ttg pemain2 mahabharata…i love mahabharat….mahabharat….mahabharattt….hehe:)maaf curhat…::))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s